Beranda > Berita dan Informasi > Ternyata cina adalah pemasok terbesar vuvuzela

Ternyata cina adalah pemasok terbesar vuvuzela

Vuvuzela dicerca, Vuvuzela juga disuka. Meski ada saja yang mengeluhkan suara nyaringnya, permintaan untuk terompet itu terus saja meningkat di Afrika Selatan. China, yang disebut-sebut sebagai pemasok terbesar Vuvuzela, pun langsung meningkatkan produksi. Keberadaan Vuvuzela di Piala Dunia 2010 sudah melahirkan pro- kontra. Kebisingan suaranya dikritik pemain, pelatih dan bahkan penonton tapi keberadaannya juga tetap saja dibela bahkan oleh Presiden FIFA Sepp Blatter. Alhasil, kendati ada suara-suara tak suka, Vuvuzela tetap saja dicari para suporter berbagai tim. Vuvuzela dinilai pas untuk menjadi penyemangat tim kesayangan sepanjang pertandingan. Saking kepincutnya dengan si terompet bising, tidak sedikit yang ingin menjadikannya suvenir atau oleh- oleh. Nah, Vuvuzela sendiri boleh sedang tenar-tenarnya di Afsel sana. Tapi menurut Reuters, Vuvuzela yang kini dijual di Afsel sebagian besar, 90 persennya, justru diproduksi China. Mengingat bahan dasar Vuvuzela adalah plastik, yang memetik untung terbesar tentu adalah pabrik plastik semacam Ninghai Jiying. Pabrik yang berlokasi di bagian timur kota Ningbo tersebut mengaku sudah cukup lama merintis penjualan Vuvuzela. Namun, baru pada gelaran kali inilah mereka menuai sukses besar. “Kami telah mengembangkan terompet vuvuzela sejak tahun 2001, tapi kami tidak mampu menjualnya saat itu. Selama Piala Dunia tahun 2006 di Jerman, kami juga tidak mampu melakukannya, bahkan saat kami bisa menjual terompet model lain,” ujar Manajer Ninghai Jiying Wu Yijun di Reuters. “Setelah mengetahui Afsel jadi tuan rumah Piala Dunia, kami berusaha keras agar Vuvuzela bisa digunakan dalam turnamen,” tambahnya. Sebagai pabrik plastik, tentu Ninghai Jiying juga bukan cuma memproduksi Vuvuzela saja. Mainan dan air minum kemasan juga masuk daftar barang yang mereka produksi. Namun, barang-barang itu harus rela “minggir” dulu karena permintaan Vuvuzela yang melonjak bikin si terompet jadi prioritas. “Kami membuat 10 ribu vuvuzela sehari. Estimasi saya, kami akan menambahnya hingga 25 ribu per hari ke depan. Permintaan di pasar China sendiri juga sudah melewati kapasitas produksi kami,” lugasnya.

Posted by Wordmobi

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: