Beranda > Berita dan Informasi > Tidur Nyenyak dan Sehat Karena Makanan

Tidur Nyenyak dan Sehat Karena Makanan

Banyak orang yang sering mangalami kesulitan tidur, terutama orang- orang yang tinggal di lingkungan kota.

Tapi makanan tertentu dapat membuat orang tidur nyenyak. Apa saja? Kurang tidur dan insomnia sering dialami masyarakat perkotaan.

Hal ini biasanya dipicu oleh stres dan lingkungan. Padahal, tidur yang cukup sangat dibutuhkan untuk mengembalikan tenaga dan juga mempengaruhi sistem matabolisme tubuh.

Banyak cara dilakukan untuk dapat mempromosikan tidur nyenyak, Salah satunya dengan makanan. Ahli gizi mungkin tidak akan menyarankan makan makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi, seperti roti putih, pasta dan nasi putih karena dapat menyebabkan obesitas dan diabetes.

Tapi menurut peneliti dari University of Sydney, Australia, seperti dilansir dari GeniusBeauty, Selasa (17/8/2010), makanan dengan glisemik tinggi dapat mendorong orang untuk tidur nyenyak dan sehat.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, orang yang mengonsumsi makanan glisemik tinggi sebelum tidur, rata-rata tidur sembilan menit lebih awal ketimbang orang yang mengonsumsi makanan glisemik rendah.

Peneliti menemukan bahwa indeks glisemik makanan tinggi dapat meningkatkan konsentrasi asam amino triptofan (prekursor serotonin) di otak. Diketahui bahwa serotonin adalah hormon yang menenangkan kecemasan dan mempromosikan tidur yang sehat.

Dan pengujian menunjukkan bahwa tingkat triptofan akan meningkat tiga jam setelah makan makanan mengandung karbohidrat yang mudah dicerna.

Jadi, setidaknya orang makan tiga jam sebelum waktu tidur untuk mendapatkan tidur yang sehat. Hal ini dapat meningkatkan tingkat triptofan dalam otak.

Selain itu, peneliti juga merekomendasikan untuk memberi anak susu sebelum tidur. Susu banyak mengandung triptofan. Makanan lain yang kaya triptofan adalah kalkun, keju, kacang-kacangan dan bayam.

Perlu diketahui, tidur saat malam hari memiliki banyak fungsi dan manfaat, yaitu:

1. Memperbaiki metabolisme otak, karena meskipun organ lain beristirahat saat tidur tapi otak tetap aktif.

2. Sirkit neuron akan teraktivasi sehingga memori ingatan seseorang akan meningkat.

3. Mengonsolidasi memori yang baru didapatkan dan tetap mempertahankan memori yang lama.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, karena saat tidur tubuh melakukan detoksifikasi dengan cara menghancurkan toksin-toksin yang ada di tubuh.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: