Beranda > Berita dan Informasi > Alasan Malaysia Ngebet Bangun Jembatan Selat Malaka

Alasan Malaysia Ngebet Bangun Jembatan Selat Malaka

Banyak dugaan mengapa pihak Negeri Jiran Malaysia begitu bernafsu ingin segera membangun Jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Riau Sumatera dengan Malaka di semenanjung Malaya Malaysia. Menurut Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia Agung R. Prabowo yang juga menjadi konsorsium Jembatan Selat Sunda (JSS), alasan Malaysia begitu berniat membangun Jembatan Selat Malaka karena Malaysia memiliki kepentingan besar terhadap Sumatera. “Malaysia luar biasa ngotot, untuk menyambungkan Selat Malaka dengan Dumai jaraknya 50 km. Kenapa Malaysia ingin sekali? Malaysia sudah melihat bahwa Sumatera lumbung sumber bahan baku dan pasar yang besar,” katanya di Jakarta, Selasa (23/11/2010). Ia mengatakan saat ini tidak bisa dipungkiri Malaysia relatif lebih maju secara ekonomi dibandingkan Indonesia. Alasan Malaysia untuk membangun Jembatan Selat Malaka sangat beralasan karena begitu menariknya Indonesia bagi negeri serumpun tersebut. “Jadi kalau sudah connect maka Sumatera akan jadi milik dia (Malaysia) secara ekonomi,” katanya. Agung menuturkan jika melihat fenomena itu, sudah seharusnya sebagai bangsa Indonesia harus sadar betapa pentingnya sebuah konektivitas, khususnya antara Jawa dan Sumatera. Selain bisa menggerakan ekonomi dua wilayah, juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Bayangkan kalau Jawa dan Sumatera digabungkan (melalui Jembatan Selat Sunda), antara pusat produksi dan baku,” ucapnya. Diberitakan sebelumnya rencana pembangunan jembatan yang membelah Selat Malaka, menghubungkan Pulau Rupat, Indonesia, dengan Teluk Gong, Malaysia, ternyata direspon dengan lebih proaktif oleh pihak Malaysia. Bahkan, Negeri jJiran itu sudah membuat perusahaan khusus untuk membangun jembatan tersebut, bernama PT Malaka Straits Corporation. “Kami juga sudah pernah presentasikan ini kepada Presiden SBY, tapi belum ada respon lebih lanjut. Justru pada waktu kami presentasikan ke pihak Malaysia mereka lebih proaktif,” kata Gubernur Riau Rusli Zainal beberapa waktu lalu. Estimasi pembangunan jembatan ini masih dihitung oleh pemerintah. Namun kisarannya sekitar US$ 11 miliar. Dengan estimasi dana sebanyak itu, diperlukan bantuan dari pihak swasta agar bisa terkumpul seluruhnya. Pihak Malaysia, menurut Rusli, sudah mengantisipasi hal ini dengan menawarkan proyek tersebut kepada investor dari beberapa negera, seperti China. Jembatan ini tidak menjadi prioritas karena pemerintah Indonesia masih akan berkonsentrasi kepada pembangunan Jembatan Selat Sunda terlebih dahulu. Maka dari itu, jembatan yang akan menghubungkan Indonesia dan Malaysia secara langsung ini baru akan dibangun jika Jembatan Selat Sunda sudah rampung. “Presiden (SBY) juga sebenarnya mendukung. Tapi memang sekarang ini yang prioritas kan proyek Jembatan Selat Sunda. Jadi masih harus menunggu,” imbuhnya. Ia berharap, dengan adanya jembatan yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia secara langsung itu maka kerjasama kedua negara itu akan semakin baik. Kesejahteraan masyarakat pun diperkirakan meningkat dengan hal ini.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: