Beranda > Berita dan Informasi > Robot pendamping ahli bedah

Robot pendamping ahli bedah

Konsep robot dalam film Minority Report dikembangkan untuk membantu dokter di ruang operasi.

Ahli bedah di masa depan akan dibantu robot dengan kemampuan pengenalan isyarat tangan sehingga dapat menampilkan gambar-gambar medis saat melakukan operasi atau berperan sebagai perawat pendamping. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi durasi saat pembedahan dan meminimalisir potensi infeksi.

Teknologi ini menggunakan sebuah sistem yang menggunakan kamera dan algoritma khusus untuk mengenali isyarat tangan sebagai perintah bagi komputer atau robot. Dengan begitu, ahli bedah dapat melihat gambar dan rekaman medis selama melakukan operasi tanpa harus meninggalkan operasi dan menyentuh keyboard dan mouse komputer yang bisa menambah waktu operasi juga meningkatkan resiko penyebaran bakteri penyebab infeksi.

Sistem pengenalan isyarat tangan tersebut menggunakan kamera Kinect dari Microsoft yang dapat mendeteksi gerakan tangan manusia. Akurasi dan kecepatan pengenalan gerak isyarat sangat bergantung pada algoritma piranti lunak yang canggih. “Pasalnya, penggunaan kamera yang canggih tanpa algoritma yang sesuai justru akan membuat sistem bekerja amat lambat,” kata Juan Pablo Wachs, asisten profesor teknik industri di Purdue University.

Wachs mengembangkan algoritma canggih yang fokus pada gerakan tangan dan mengaplikasikan antropometri sehingga dapat memprediksi posisi tangan berdasarkan posisi kepala sang ahli bedah. Sebuah kamera yang ditempatkan di atas layar monitor yang digunakan untuk menampilkan gambar medis digunakan sebagai pelacak posisi tersebut.

Teknologi pengenalan isyarat tangan berdasarkan penglihatan kamera ini juga dapat diaplikasikan dalam aktivitas lain seperti koordinasi respon darurat ketika terjadi bencana. “Ini adalah konsep yang didemonstrasikan Tom Cruise dalm film Minority Report,” ujar Wachs seperti dikutip Science Daily.

Riset teknologi pengenalan gerakan tangan sendiri telah dimulai beberapa tahun lalu dalam sebuah proyek yang dipimpin Washington Hospital Center dan Ben-Gurion University, kedua tempat tersebut, secara berurutan, adalah tempat dimana Wachs menjadi peneliti dan mahasiswa program doktoral.

Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan teknologi baru ini, menurut Wachs, terletak pada pengembangan bentuk pose dan lintasan gerakan tangan yang sesuai untuk merefleksikan dan mengekspresikan fungsi medis tertentu. Sebab, setiap ahli bedah mungkin saja menggunakan isyarat yang berbeda sesuai dengan perbedaan fisik dan kebiasaannya.

Selain itu, kemampuan komputer untuk memahami konteks isyarat yang dibuat untuk membedakan gerakan yang sengaja dan tidak disengaja menjadi tantangan besar lainnya. Ini penting agar robot tidak salah memahami gerakan ahli bedah saat berbicara menggunakan gerakan tangan dalam ruang operasi.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: