Beranda > pengetahuan, Sejarah > Beberapa Dinosaurus Ternyata Makhluk Malam Hari

Beberapa Dinosaurus Ternyata Makhluk Malam Hari

foto

Dinosaurus telah lama dianggap sebagai binatang yang berburu di siang hari dan istirahat setelah matahari terbenam.

Bukti terbaru menunjukkan bahwa predator ganas seperti Velociraptor paling aktif di malam hari.

Para ilmuwan sekarang berpikir Steven Spielberg benar dalam film Jurassic Park-nya tahun 1993 – bahwa dinosaurus pemakan daging berburu di malam hari.



Dulu dianggap bahwa mamalia awal di era dinosaurus ditemukan berlindung di malam hari, ketika reptil pembunuh itu tidak berkeliaran. Namun studi pada tengkorak fosil dinosaurus menunjukkan itu tidak terjadi.



Dinosaurus, burung dan kadal semua memiliki struktur mata yang berbeda dikenal sebagai ‘cincin scleral’. Struktur itu kurang terlihat pada mamalia dan buaya.


Para ilmuwan mengukur dimensi dalam dan luar cincin tulang ini pada 33 fosil Archosaurs, kelompok yang termasuk dinosaurus dan reptil terbang yang dikenal sebagai pterosaurus. Pengukuran yang sama diambil dari tengkorak leluhur burung dan 164 spesies hidup.



Hewan nocturnal (aktif malam hari) memiliki lubang kecil di tengah cincin scleral, tetapi hewan yang aktif siang hari (diurnal) pembukaannya jauh lebih besar. Hewan cathemeral, yang aktif baik siang dan malam, memiliki pembukaan antara kedua ukuran itu.



Para peneliti Amerika membenarkan bahwa pengukuran mata adalah cara yang akurat memprediksi apakah makhluk aktif siang hari, malam, atau sepanjang waktu.



Analisis dari fosil itu menunjukkan bahwa dinosaurus pemakan tumbuhan besar adalah diurnal, seperti gajah saat ini. Seperti herbivora besar saat ini, mereka butuh makan hampir sepanjang siang hari. Tapi Velocariptor dan dinosaurus karnivora kecil tampak sebagai pemburu malam.



Tim yang dipimpin oleh Professor Ryosuke Motani, dari University of California di Davis, menulis dalam jurnal Science: “Adalah masuk akal bahwa penyerangan Velociraptor pada Protoceratop — salah satu dari beberapa contoh perilaku predator yang langsung didokumentasikan dalam rekaman fosil vertebrata– terjadi pada senja atau kondisi cahaya rendah.



“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa asumsi sebelumnya tidak akurat.”



Para ilmuwan tidak tahu apakah hal yang sama juga berlaku untuk predator besar, seperti Tyrannosaurus rex, karena tidak memiliki fosil dengan cincin scleral cukup terawat baik.



Kedua burung paling awal dan pterosaurus cenderung aktif di siang hari.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: